Krejengan – Tanaszaha (Ikatan Alumni dan Santri Pesantren Zainul Hasan Genggong) Ranting Krejengan menggelar Musyawarah Kerja (Musker) pada Jum’at, 10 Juli 2026, bertempat di Ridho Resort, Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi selama satu periode kepengurusan.
Musker dihadiri oleh jajaran Dewan Pengurus Ranting, pengurus 17 Anak Ranting, Dewan Mufattis Tanaszaha Ranting Krejengan, serta perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Tanaszaha Genggong.
Sebelum memasuki acara inti, kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan shalawat Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk tawassul dan harapan agar seluruh rangkaian Musker diberikan kelancaran, keberkahan, serta menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi.
Memasuki acara seremonial, kegiatan dibuka secara resmi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Hubbul Wathan, dan Mars Pesantren Zainul Hasan Genggong yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat.
Dalam sambutannya, Ketua Tanaszaha Ranting Krejengan, Ustaz Abdur Rohim, S.Pd., menegaskan bahwa Musyawarah Kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum untuk menyatukan visi, menyusun program yang realistis, serta memperkuat semangat pengabdian alumni kepada pesantren dan masyarakat.
“Musyawarah Kerja ini adalah langkah awal bagi kita untuk menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program-program nyata. Besar harapan kami, seluruh biro mampu menyusun program yang terukur, bermanfaat, dan dapat dilaksanakan bersama. Tanaszaha harus terus hadir sebagai wadah khidmah alumni yang memberikan manfaat bagi pesantren, umat, dan masyarakat luas,” ujar Ustaz Abdur Rohim.
Sementara itu, Wakil Ketua DPP Tanaszaha Genggong, KH. Muhammad, M.Pd., mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh jajaran pengurus Tanaszaha Ranting Krejengan. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari konsistensi dalam menjaga nilai-nilai perjuangan pesantren.
“Musker adalah fondasi perjalanan organisasi lima tahun ke depan. Susunlah program yang sesuai kebutuhan masyarakat, tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren, dan jangan pernah meninggalkan ruh khidmah. Alumni harus menjadi perekat umat, mitra pesantren, sekaligus pelopor dalam memberikan solusi di tengah masyarakat,” pesannya.
Acara seremonial ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Amaruddin Sholeh, memohon kepada Allah SWT agar seluruh rangkaian Musker berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa keberkahan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sidang Musyawarah Kerja yang dipimpin oleh pimpinan sidang. Dalam forum tersebut, masing-masing biro memaparkan rancangan program kerja yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi selama masa khidmat 2026–2031.
Lima biro yang menyampaikan program kerjanya meliputi Biro Pendidikan dan Kaderisasi, Biro Pengembangan Ekonomi, Biro Keagamaan dan Dakwah, Biro Multimedia, serta Biro Sosial Kemasyarakatan. Masing-masing biro mempresentasikan program unggulan yang kemudian dibahas bersama, disempurnakan melalui masukan peserta, dan ditetapkan sebagai hasil Musyawarah Kerja.
Melalui Musker ini, Tanaszaha Ranting Krejengan berharap mampu melahirkan program-program yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan sebagai wujud nyata tema kepengurusan, “Menguatkan Khidmah Alumni untuk Pesantren dan Ummat.” Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Tanaszaha berkomitmen terus menjadi organisasi alumni yang aktif, responsif, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Pesantren Zainul Hasan Genggong dan kemaslahatan masyarakat.