KREJENGAN — Suasana penuh khidmat dan semarak terasa di Halaman MI Kholafiyah Syafi’iyah, Desa Patemon, Kecamatan Krejengan, Rabu malam (2/9/2026). Ratusan jamaah menghadiri SAHABI (Safari Hari Lahir Nabi Muhammad SAW) yang digelar oleh Tanaszaha (Ikatan Alumni dan Santri Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong) Ranting Krejengan bersama Majelis Hasbana Genggong.
Kegiatan yang bertepatan dengan 20 Rabiul Awal 1448 H tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jamaah dari berbagai wilayah tampak memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.
Selain menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW, SAHABI juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi alumni, santri, serta masyarakat sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ketua Tanaszaha Ranting Krejengan, Ustaz Abdur Rohim, S.Pd., menyampaikan bahwa SAHABI diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui SAHABI ini, kami ingin mengajak seluruh alumni, santri dan masyarakat untuk kembali menguatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut tidak cukup hanya dengan bershalawat, tetapi juga harus diwujudkan dengan meneladani akhlak, perjuangan dan kepedulian beliau dalam kehidupan bermasyarakat,”
Sementara itu, Khodimul Majelis Hasbana Genggong, Nun Ahsan Qomaruzzaman, M.Pd., menyampaikan pentingnya menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menjaga tradisi keilmuan dan kebersamaan umat.
Menurutnya, kegiatan seperti SAHABI menjadi bagian penting dalam merawat tradisi shalawat dan majelis ilmu, khususnya di tengah masyarakat.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum untuk memperbarui kecintaan kita kepada beliau. Semoga melalui majelis-majelis seperti ini, kecintaan kepada Rasulullah semakin tumbuh dan tercermin dalam akhlak serta kehidupan kita sehari-hari.”
Rangkaian acara diisi dengan pembacaan shalawat, doa, serta tausiyah keagamaan. Gus Muhammad Hafid Bisyri, yang juga merupakan Mustasyar Tanaszaha Ranting Krejengan, hadir sebagai mubaligh untuk menyampaikan tausiyah kepada jamaah.
Dalam tausiyahnya, Gus Hafid mengajak jamaah untuk menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan dan keberkahan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Ratusan jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai dengan khidmat.
Melalui SAHABI, Tanaszaha Ranting Krejengan bersama Majelis Hasbana Genggong berharap tradisi memperingati Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat ukhuwah, mempererat hubungan alumni dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat untuk terus mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW.