Krejengan – Dewan Pengurus Tanaszaha (Ikatan Alumni dan Santri Pesantren Zainul Hasan Genggong) Ranting Krejengan menggelar Rapat Pra Musyawarah Kerja (Pra Musker) pada Ahad malam (28/6/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Dewan Mustasyar Tanaszaha Ranting Krejengan, Gus Muhammad Hafid Bisyri, Pondok Pesantren Robithatul Islam, Desa Krejengan, Kecamatan Krejengan.
Rapat dihadiri oleh jajaran Dewan Mustasyar serta seluruh pengurus Tanaszaha Ranting Krejengan. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, dengan berbagai gagasan yang disampaikan sebagai bekal penyusunan program kerja organisasi selama satu periode kepengurusan.
Ketua Tanaszaha Ranting Krejengan, Ustaz Abdur Rohim, S.Pd., menjelaskan bahwa rapat pra Musker merupakan langkah awal setelah pelantikan pengurus yang telah dilaksanakan pada 14 Juni 2026.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang bagi setiap biro untuk merumuskan program kerja secara matang sebelum dibahas dalam Musyawarah Kerja.
“Rapat Pra Musker ini menjadi pemanasan sebelum pelaksanaan Musker. Kami ingin setiap biro benar-benar menggodok program kerjanya dengan matang sehingga nantinya dapat dilaksanakan secara maksimal dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Ustaz Rohim.
Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan Tanaszaha periode 2026–2031 akan mengedepankan nilai kekompakan, kebersamaan, dan soliditas sebagai modal utama menjalankan roda organisasi.
“Insya Allah, apabila seluruh pengurus tetap solid dan kompak, maka program-program yang telah kita rencanakan akan berjalan dengan baik dan sukses. Tanaszaha adalah rumah bersama, sehingga keberhasilannya merupakan tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Dewan Mustasyar Tanaszaha Ranting Krejengan, KH. Muhammad, M.Pd., memberikan arahan agar seluruh pengurus senantiasa berpegang teguh pada kaidah pesantren:
Al-Muhafadhatu ‘ala al-Qadimis Shalih wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah, yakni memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.
Beliau menekankan bahwa program-program yang telah berjalan dengan baik pada kepengurusan sebelumnya hendaknya terus dilanjutkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.
“Program yang sudah baik harus terus dilanjutkan dan disempurnakan. Ada tiga program utama yang wajib menjadi perhatian Tanaszaha, yaitu Haul, Sahabi, dan Saharo. Program-program ini merupakan identitas organisasi yang harus terus dijaga keberlangsungannya,” tegasnya.
Rapat Pra Musker ditutup dengan diskusi dan penyampaian berbagai usulan dari masing-masing biro. Seluruh peserta berharap Musyawarah Kerja mendatang mampu menghasilkan program-program yang inovatif, terukur, serta sejalan dengan tema besar kepengurusan, “Menguatkan Khidmah Alumni untuk Pesantren dan Ummat.”